Liputan6.com, Jakarta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberi penjelasan mengenai Asuransi Unit Link yang tengah ramai disorot masyarakat. Apa itu asuransi Unit Link?
Menurut OJK, Unit Link berbeda dengan produk asuransi tradisional, Unit Link menawarkan layanan fitur tambahan untuk memudahkan konsumen yang ingin mendapatkan proteksi tapi juga ingin berinvestasi.
Perlu diketahui, Unit Link bukan merupakan produk tabungan. Selain untuk keperluan proteksi, sebagian premi yang dibayarkan oleh konsumen akan dialokasikan untuk pengembangan dana atau investasi.
Kemudian, sebagaimana investasi, terdapat risiko penurunan nilai investasi pada Unit Link yang harus dipahami oleh calon konsumen. Misalnya, di saat harga saham atau pasar uang turun, nilai investasi Unit Link juga akan terkena dampaknya.
“Seperti prinsip investasi, high risk–high return,” ujar OJK dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat (4/2).
Berdasarkan penempatan dana investasinya, Unit Link terbagi menjadi empat jenis yaitu:

 

1. Cash Fund Unit Link atau Unit Link Pasar Uang
Seluruh porsi investasi ditempatkan di instrumen pasar uang seperti deposito berjangka, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan surat utang jangka pendek. Penempatan dana ini memiliki risiko yang rendah namun juga imbal hasil yang terbatas.
Unit Link jenis ini cocok untuk konsumen pemula yang cenderung tidak berani mengambil risiko (konservatif).

2. Fixed Income Unit Link atau Unit Link Pendapatan Tetap
Komposisi dana investasi nasabah ditempatkan minimal 80 persen di instrumen obligasi atau surat utang dan sisanya ditempatkan di instrumen pasar uang. Risiko investasi pada Unit Link jenis ini lebih tinggi dari Unit Link pasar uang dengan peluang imbal hasil yang lebih tinggi.
Unit Link ini cocok bagi konsumen yang ingin mendapatkan imbal hasil yang relatif stabil dan mampu menerima risiko sedang (moderat).
* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

3. Managed Unit Link atau Unit Link Pendapatan Campuran
Porsi investasi ditempatkan pada instrumen saham, obligasi, dan pasar uang dengan komposisi tertentu. Risiko dan potensi imbal hasil dari Unit Link ini lebih besar dari Unit Link pendapatan tetap, namun lebih kecil daripada Unit Link saham.
Unit Link ini sesuai untuk para konsumen yang ingin memperoleh pendapatan yang memadai sekaligus peluang pertumbuhan investasi jangka panjang.

4. Equity Unit Link atau Unit Link Dana Saham
Menempatkan dana nasabah pada saham minimal 80 persen. Unit Link saham menawarkan imbal hasil yang paling besar namun dengan risiko yang paling besar pula karena nilai investasi yang diinvestasikan sangat bergantung pada pergerakan indeks saham.
Unit Link jenis ini sesuai untuk investasi jangka panjang dan untuk calon konsumen yang memiliki pemahaman investasi yang baik serta berani mengambil risiko (agresif).

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/4877936/kenali-4-jenis-unik-link-dan-risiko-investasinya-versi-ojk

Kirim Pesan
Terima kasih, secepatnya kami akan memproses permohonan anda.